Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Contoh PKM-PENELITIAN Tentang POTRET KEHIDUPAN ANAK PUNK DI KOTA PADANGSIDIMPUAN

BAB I PENDAHULUAN  Latar Belakang Masalah  Punk, dalam pikiran kita ketika mendengar kata itu pasti yang terbayang adalah kenakalan dan kerusuhan. Kita semua pasti pernah melihat sekelompok anak-anak berumur 14-18 tahun yang berkeliaran di lampu merah, halte, gang senggol, dan tempat-tempat lainnya yang biasa dijadikan tempat nongkrong anak-anak yang bergaya ala Punk. Berpakaian serba hitam, rambut mowhawk. Awalnya kelompok ini hanya terdapat pada anak-anak band yang mengikuti inspirator mereka dalam bermusik, akan tetapi gaya ala punk ini sudah memasuki gaya hidup ABG (anak baru gede) sekarang ini. Keberadaan mereka belakangan ini sangat meresahkan karena sering melakukan pemalakan, ngamen secara paksa di dalam angkot-angkot dan sering membuat keributan. Mirisnya lagi, mereka bergaya ala Punk akan tetapi tidak tahu arti Punk itu sendiri dan tidak tahu pula sejarah dan asal muasalnya. Yang mereka tahu Punk adalah anak gaul, anak band, pemberani. Banyak yang mengartikan punk it...

Membantu warga korban kebakaran di Kota Padangsidimpuan

Gambar
IMM TAPSEL (10/1) dibawah koordinator bidang SPM IMMawan Sofyan Simanjuntak membantu warga membersihkan sisa-sisa kebakaran yang terjadi di kota Padangsidimpuan dua hari yang lalu. Menurut keterangan warga ada 15 rumah yg menjadi korban si jago merah dan diperkirakan mengalami kerugian sebesar 100 Milyar.  Bersama kesatuan TNI dan PMI, IMM ikut turut membantu membersihkan jalan dari sampah sisa kebakaran. Salah satu kader IMM bernama Afik Oi yang tergabung dalam kegiatan tersebut turut membantu warga hingga sepatu yang ia kenakan kotor karena arang dari sisa kayu yang terbakar. Dan tidak ada yang di rugikan atas kotornya sepatu tersebut.